Selasa, 03 April 2012

Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja

Kesehatan reproduksi (KR) secara umum didefinisikan sebagai kondisi sehat dari sistem, fungsi dan proses alat reproduksi yang kita miliki. Pengertian sehat tersebut tidak semata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial-kultural.
 
Mengapa kamu perlu mengetahui kesehatan reproduksi?
Kamu perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar kamu memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya. Dengan informasi yang benar tersebut kamu diharapkan memiliki sikap dan tingkahlaku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksimu
sendiri.
Di samping itu dengan mengetahui berbagai aspek kesehatan reproduksi maka kamu akan dapat melakukan
berbagai tindakan pencegahan atau sedini mungkin melakukan tindakan pengobatan bila  memilikipermasalahan dengan sistem, proses dan fungsi alat reproduksimu.
 
Pada ayat dibawah ini disebutkan adanya perbedaan bagi orang yang mempunyai pengetahuan dengan orang yang tidak mempunyai pengetahuan:
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Az- Zumar (39): 9)
 
Pengetahuan dasar apa yang perlu kamu miliki agar kamu mempunyai kesehatan reproduksi yang baik?
- Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi yang kamu miliki.
- Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi.
- Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksimu.
- Mengapa kamu perlu mendewasakan usia kawinmu serta bagaimana merencanakan kehamilan agar sesuai
dengan keinginanmu dan pasanganmu.
- Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual.
- Pengaruh gangguan psikologis terhadap reproduksi
- Bahaya perilaku sex bebas terhadap kelainan anak dan keturunan
- Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya.
- Mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu mengatakan tidak pada hal-hal yang negatif.
- Apa yang perlu kamu persiapkan dalam menghadapi kehamilan dan persalinan.
 
Kapan informasi tentang kesehatan reproduksi diberikan kepada anak?
Sulit mengatakannya. Namun banyak ahli mengatakan bahwa informasi mengenai KR perlu diberikan sedini mungkin tentu saja dengan cara yang berbeda-beda pada setiap tingkatan kelompok umur.
 
Dalam hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa bila anak sudah berumur 10 tahun hendaklah dipisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan antara ibu bapak dan anak-anaknya, ini adalah pelajaran awal kesehatan reproduksi remaja (KRR).
Suruhlah/Latilah anak-anakmu mengerjakan Sholat sejak mereka berumur tujuh tahun, pukulah mereka (berilah mereka hukuman) bila mereka tidak mau (enggan) melaksanakan sholat bila umur mereka sudah sepuluh tahun, dan pisahkanlah mereka dari tempat tidurmu.
 
Di Hadis lain disebutkan pentingnya ilmu pengetahuan diberikan sejak balita:
Tuntutlah ilmu itu sejak dari ayunan (masih orok) sampai ke liang lahad (sampai mati). (HR. Ibnu Asakir).
Tentunya kedalaman (bobot) materi kesehatan reproduksi yang diberikan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan usia anak.
 
Idealnya seorang anak sebelum masa pubertas paling tidak telah mengetahui sistem, proses dan fungsi reproduksi secara sederhana. Sehingga dalam memasuki masa pubertas dimana mereka mengalami berbagai perubahan seperti menstruasi (perempuan) atau mimpi basah (laki-laki), mereka tidak mengalami rasa bersalah, kebingungan dan stres.

Apakah kesehatan reproduksi hanya perlu diketahui oleh kamu (perempuan) dan tidak oleh
kamu (laki-laki)?
Tidak. Proses reproduksi; proses melanjutkan keturunan merupakan tanggung jawab bersama baik kamu (laki-laki) maupun kamu (perempuan). dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasangpasangan
laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan. (An-Najm (53) 45-46)
Karena itu kamu berdua harus tahu dan mengerti mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi. Tanpa adanya kesamaan persepsi dari kamu berdua mengenai bagaimana kesehatan reproduksi yang baik maka sulit mencapai sikap dan tingkah laku yang diinginkan yaitu sikap dan tingkah laku yang
bertanggung jawab.



Kesalahan dimana persoalan reproduksi lebih banyak menjadi tanggung jawab perempuan tidak boleh lagi terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar