Kamis, 20 Oktober 2011

MIKRO BAKTERI


P E N D A H U L U A N

PENGERTIAN
Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani :   mikros :  kecil / renik
                                                                        bio       :  hidup / kehidupan
                                                                        logos    :  ilmu / pikiran
Mikrobiologi :            ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup yang sangat kecil (disebut juga jasad renik = mikroorganisme = mikroba)

RUANG LINGKUP

Yang dipelajari :        Bakteriologi    :  tentang bakteri / kuman
                                    Virologi           :  tentang virus
                                    Mikologi          :  tentang jamur
Imunologi        :  tentang sistem kekebalan tubuh (sebagai akibat    
respon tubuh terhadap infeksi mikroba)
Cabang-cabang :       Mikrobiologi kedokteran
                                    Mikrobiologi industri
                                    Mikrobiologi makanan
                                    Mikrobiologi tanah / pertanian

TUJUAN mempelajari mikrobiologi kedokteran

1.      diagnostik : deteksi dan identifikasi mikroba penyebab penyakit, dengan cara
·         pemeriksaan mikroskopik : melihat bentuk mikroba dengan mikroskop
·         pembiakan pada perbenihan buatan
·         pemeriksaan biokima : menguji enzim-enzim mikroba
·         pemeriksaan serologik : menganalisis antigen mikroba
·         pemeriksaan keganasan (virulensi) dan daya racun (toksisitas) mikroba dengan menggunakan hewan coba
2.      pedoman dalam pengobatan penyakit infeksi : antibiotika / khemoterapetika, serum / antiserum, vaksin
3.      menentukan prognosis penyakit infeksi
4.      pencegahan penyakit infeksi : dengan imunisasi aktif maupun pasif
5.      mencari sumber infeksi

SEJARAH


B a k t e r i o l o g i

Penyakit infeksi sudah dikenal sejak jaman dulu, orang jaman purba menganggapnya sebagai kutukan dewa
Hipocrates mengatakan bahwa ada 2 (dua) faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi :
1.      faktor intrinsik     :  ada di dalam tubuh penderita
2.      faktor ekstrinsik   :  ada di luar tubuh manusia, berupa sesuatu yang berhubungan
dengan udara yang karena suatu sebab menjadi buruk/rusak
Orang-orang yang berhubungan dengan sejarah penemuan mikroba :
·         Aristoteles (300 s.m)        : pencetus teori generatio spontanea / abiogenesis, dengan mengatakan bahwa makhluk-makhluk hidup kecil berasal dari benda mati
·         Anthonie van Leeuwenhoek (1674 – 1683) : berhasil melihat makhluk-makhluk hidup kecil yang dia sebut sebagai animalcule (hewan kecil) dengan menggunakan alat penemuannya yang merupakan cikal bakal mikroskop. Menurut Leeuwenhoek ada 3 (tiga) macam bentuk makhluk-makhluk hidup kecil, yaitu bulat, batang, dan spiral
·         Needham (1745 – 1750) : pengikut teori generatio spontanea
·         Spallanzani (1768), Schultz (1836), Schwann (1837) : membantah kebenaran generatio spontanea
·         Louis Pasteur : berhasil mematahkan teori generatio spontanea dengan bantuan alat penemuan Leeuwnhoek, dan dia berhasil mengemukakan teori omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo (biogenesis)
Jasa-jasa lain Louis Pasteur :
§  Menemukan cara membuat bir
§  Orang yang pertama kali membuktikan bahwa udara mengandung kuman
§  Membuktikan bahwa peristiwa peragian dilakukan oleh kuman
§  Membuktikan bahwa mikroba tertentu bisa menghasilkan asam : asam cuka, asam susu, asam mentega
§  Menemukan bakteri penyebab penyakit ulat sutera
§  Menemukan virus rabies dan melakukan vaksinasi rabies
·         Dalam waktu yang hampir bersamaan Robert Koch juga mendapatkan penemuan-penemuan
§  1876 : menemukan Bacillus anthracis yang merupakan bakteri penyebab penyakit anthraks
§  Menemukan cara-cara pewarnaan bakteri
§   Menganjurkan pemakaian perbenihan padat untuk mengisolasi / membiakkan bakteri
§  1882 : menemukan Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit tuberkulosis
§  1883 : menemukan Vibrio cholerae penyebab penyakit kholera
§  Mengemukakan Postulat Koch :
1.      bakteri harus selalu dapat ditemukan dalam tubuh hewan yang sakit, tetapi tidak dalam hewan yang sehat
2.      bakteri harus dapat diasingkan dan dibiakkan dalam bentuk biakan murni di luar hewan sakit tersebut
3.      biakan murni tersebut harus dapat menimbulkan penyakit yang sama pada hewan coba
4.      bakteri harus dapat diasngkan kembali dari hewan coba
·         Penemu-penemu lain :
§  Loeffler : menemukan Corynebacterium diphtheriae penyebab penyakit difteri
§  Neisser : menemukan Neisseria gonorrhoeae penyebab penyakit gonore
§  Kitasato :
o   menemukan Clostridium tetani penyebab penyakit tetanus
o   menemukan Pasteurella pestis penyebab penyakit pes / sampar
§  Shiga : menemukan Shigella dysenteriae penyebab penyakit disentri
§  Schaudin dan Hoffman : menemukan Treponema pallidum penyebab penyakit sifilis
§  Penemuan Salmonella typhosa penyebab penyakit tifus abdominalis
§  Penemuan Clostridium perfringens penyebab penyakit gas gangren
§  Dan lain-lain

V i r o l o g i

Iwanowsky (1892) dan Beyerinck (1899) : menemukan virus tembakau
Loeffler dan Frosch (1898) : menemukan virus penyebab penyakit mulut dan kaki pada ternak
Walter Reed dan kawan-kawan (1900) : menemukan virus penyebab penyakit demam kuning (yellow fever)

I m u n o l o g i

Edward Jenner : menemukan vaksin cacar
Louis Pasteur : menemukan vaksin kholera, anthraks, dan rabies

P e n g o b a t a n

Paul Ehrlich (1910) : menggunakan senyawa arsen untuk menyembuhkan penyakit sifilis, frambusia, dan demam bolak-balik (relapsing fever)
Alexander Fleming (1929) : menemukan jamur Penisilium yang dapat membunuh bakteri Stafilokokus. Ternyata jamur tersebut mempunyai suatu zat yang bisa mematikan pertumbuhan Stafilokokus, dan kemudian dikenal dengan nama penisilin. Penemuan Penisilin ini adalah awal penemuan antibiotika, yautu suatu zat hidup yang bisa melawan pertumbuhan bakteri
Walaupun Alexander Fleming yang menemukan penisilin, tetapi yang menggunakan bahan tersebut untuk mengobati penyakit-penyakit infeksi adalah Ernst Chain dan Florey (1940)
Penemuan penisilin ini kemudian diikuti dengan penemuan antibiotika lainnya yang jumlahnya sangat banyak, misalnya : streptomisin, khloramfenikol, tetrasiklin, dan lain-lain
Domagk (1935) : menemukan suatu bahan kimia prontosil (sulfonamida) yang ternyata sangat bermanfaat terhadap infeksi streptokokus. Karena merupakan bahan kimia, maka zat ini disebut khemoterapetika
Dengan ditemukannya antibiotika dan khemoterapetika ternyata timbul masalah baru
  1. kekebalan terhadap antibiotika / khemoterapetika
  2. alergi terhadap antibiotika / khemoterapetika
  3. gangguan flora normal dalam tubuh
  4. timbul sindroma penyakit baru
           
 KLASIFIKASI  &  TAKSONOMI  BAKTERI

KLASIFIKASI


Makhluk hidup dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok hewan (animal kingdom) dan kelompok tumbuhan (plant kingdom). Kemudian ditemukan adanya makhluk hidup yang mempunyai sifat antara hewan dan tumbuhan, termasuk di dalamnya bakteri dan virus.
Para ahli pengelompok makhluk hidup (Carolus Linnaeus, Muller, dan Ferdinand Cohn) tidak dapat mengelompokkan makhluk hidup tersebut kedalam kelompok yang sudah ada, karena makhluk hidup tersebut tidak mempunyai bentuk dan sistem seksual tertentu. Oleh karena itu kemudian muncul kelompok ketiga, yaitu kelompok Protista (Protista kingdom) yang biasanya bersifat uniseluler (bersel satu) dan koenositik (berinti banyak), kecuali ganngang dan jamur.
Berdasar sifat selnya, Protista dibagi menjadi 2 (dua) golongan :
1.      sel eukariotik (protista tinggi) : sifat-sifat sel seperti sifat-sifat sel hewan dan tumbuhan, Yang termasuk dalam kelompok ini adalah ganggang, jamur, dan protozoa
·         mempunyai selaput inti (membran bound nuclei)
·         mempunyai alat-alat pembelahan sel (mitotic apparatus)
·         memperbanyak diri dengan cara mitosis
·         mempunyai organela sitoplasma
·         mempunyai khromosom ganda
2.      sel prokariotik (protista rendah) : yang termasuk dalam kelompok ini adalah ganggang hijau dan bakteri
·         tidak mempunyai selaput inti
·         tidak mempunyai alat-alat pembelahan sel
·         memperbanyak diri dengan cara membelah diri menjadi dua (binary fission)
·         tidak mempunyai organela sitoplasma
·         mempunyai khromosom tunggal
·         mempunyai dinding sel semirigid
Klasifikasi bakteri yang dipakai sekarang adalah klasifikasi dari Bergey yang mengelompokkan bakteri berdasar kingdom (kerajaan), divisio (divisi), class (kelas), ordo, famili (keluarga), tribus, genus, dan spesies
Contoh : bakteri tuberkulosis dan bakteri lepra
Kindom          :  Procaryotae
Divisio             :  Cyanobacteria
                                       Divisio  II  :  Bacteria
Class               :  Schizomycetes
Ordo               :  Actinomycetales  (akhiran ales)
Famili             :  Mycobacteriaceae  (akhiran aceae)
Genus             :  Mycobacterium
Spesies            :  Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium leprae
NOMENKLATUR

Pemberian nama bakteri seperti pemberian nama tumbuhan, yaitu dengan binomial (dua nama) yang terdiri atas nama genus dan nama spesies
Genus biasanya memuat keterangan umum mengenai genus tersebut
·         Bacillus                 :  bentuk seperti batang
·         Clostridium          :  bentuk seperti spindle (pintalan yang halus)
·         Salmonella            :  dari nama Salmon
·         Brucella                :  dari nama Bruce
Spesies merupakan satu jenis bakteri yang sudah tertentu
·         Salmonella typhosa           :  penyebab penyakit tifus abdominalis
·         Brucella abortus                :  penyebab abortus pada ternak
·         Haemophilus influenzae    :  didapat pertama kali dari penderita influenza, dan
   diduga sebagai penyebab penyakit tersebut
·         Clostridium welchii           :  ditemukan oleh Welch
Nama sehari-hari
·         gonokokus            :  Neisseria gonorrhoeae  (bakteri kokus penyebab gonore)
·         pnemokokus        :  Streptococcus pneumoniae  (bakteri kokus penyebab pnemonia)
·         meningokokus     :  Neisseria meningitidis  (bakteri kokus penyebab meningitis)
Aturan penulisan nama bakteri :
·         nama genus diawali dengan huruf besar
·         nama spesies diawali dengan huruf kecil
·         menggunakan huruf miring atau dengan garis bawah


 STRUKTUR  &  MORFOLOGI  BAKTERI

S T R U K T U R

 Struktur luar
1.      dinding sel  :  terdiri dari lapisan peptidoglikan / murein / mukopeptida
·         menjaga tekanan osmotik
·         berperanan penting dalam pembelahan
·         sebagai antigen permukaan
·         sebagai endotoksin (khususnya kuman Gram negatif)
2.      flagela (bulu cambuk)  :  berbentuk seperti benang panjang yang umumnya terdiri dari protein (flagelin), berfungsi sebagai alat pergerakan
Berdasarkan junlah flagella, bakteri dibedakan menjadi 5 (lima) kelompok :
  • atrikhus          :  tidak mempunyai flagela
  • monotrikhus  :  mempunyai satu flagela di salah satu ujung sel
  • lopotrikhus     :  mempunyai lebih dari satu flagela di salah satu ujung sel
  • amfirikhus     :  mempunyai  satu atau lebih flagela pada tiap-tiap ujung sel
  • peritrikhus     :  mempuyai flagela di seluruh permukaan sel
3.      fimbria  /  pili  :  berbentuk rambut pendek dan keras yang terdiri dari subunit-subunit protein, berfungsi sebagai alat untuk melekatkan diri dengan sel-sel induk semang
4.      kapsul : lapisan yang ada di sekeliling sel yang bisa terdiri dari polisakharida rumit, polipeptida, atau asam hialuronat. Fungsinya adalah sebagai pertahanan diri dari proses fagositosis (pemakanan sel bakteri oleh sel darah putih)

Struktur dalam
1.      inti  :  di dalamnya terdapa DNA dan khromosom
2.      sitoplasma  :  di dalamnya terdapat granula-granula yang berfungsi sebagai cadangan makanan
3.      Spora (endospora)  : 
·         dibentuk oleh beberapa bakteri apabila berada dalam lingkungan yang jelek, misalnya kekurangan makanan.
·         apabila kuman membentuk spora, maka sel induknya akan hancur.
·         spora merupakan bakteri dalam bentuk istirahat.
·         bersifat tahan terhadap panas, kekeringan, dan zat kimia
·         apabila lingkungan kembali membaik, maka spora akan melakukan germinasi dan memproduksi sel vegetatif


M O R F O L O G I

Bentuk pokok kuman ada 3 (tiga) yaitu kokus, batang,  dan spiral

K o k u s  :  bulat, dengan macam-macam variasi bentuk dan susunan
·         mikrokokus          :  satu-satu (single). Contoh  :  Micrococcus spesies
·         diplokokus           :  berpasangan dua-dua
§  pnemokokus    :  diplokokus yang berbentuk lanset
§  gonokokus       :  diplokokus yang berbentuk biji kopi
§  meningokokus
·         t e t r a d               :  tersusun rapi dalam kelompok empat sel
·         s a r s i n a            :  tersusun rapi dalam  kelompok sel sehingga menyerupai kubus
·         streptokokus        :  tersusun berderet seperti rantai. Contoh  :  Streptococcus spesies
·         stafilokokus          :  bergerombol tidak teratur seperti buah anggur.
Contoh  :  Staphylococcus spesies

B a t a n g  :  memanjang, dengan panjang 2 – 10 kali garis tengah.
 Terdapat bermaca-macam variasi susunan dan bentuk
·         kokobasil              :  batang yang sangat pendek sehingga hampir menyerupai kokus
Contoh                  :  Escherichia, Klebsiella, Enterobacter, Salmonella,
                                 Shigella, Proteus, Pseudomonas, Haemophilus, Bordetella
·         tersusun seperti huruf Cina / pagar / huruf Y, L, V  :  Corynebacterium diphtheriae
·         fusiformis             :  kedua ujung meruncing sehingga menyerupai bentuk sekoci
·         streptobasil           :  berderet-deret membentuk rantai batang.
   Contoh  :  Bacillus spesies

S p i r a l     :  berkelok-kelok atau berpilin
·         Vibrio                   :  batng bengkok. Contoh  :  Vibrio spesies
·         Spirilum               :  berbentuk spiral kasar dan kaku, tidak lentur, bergerak dengan
   flagela
·         Spirokhaeta         :  berbentuk spiral halus, elastik dan lentur, dapat bergerak dengan
   filamen aksial
§  Borellia           :  berbentuk gelombang
§  Treponema    :  berbentuk spiral halus dan teratur
§  Leptospira      :  berbentuk spiral dengan kait pada salah satu atau kedua ujung sel


PEWARNAAN  BAKTERI


Untuk bisa mengidentifikasi bakteri, perlu mempelajari mengenai struktur, morfologi, dan sifat-sifat bakteri. Struktur dan morfologi bakteri bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop, sedang sifat-sifat bakteri bisa dipelajari dengan cara membiakkan bakteri di laboratorium.
Bakteri tidak bisa dilihat begitu saja di bawah mikroskop, melainkan harus menggunakan pewarnaan
Untuk memperoleh hasil pewarnaan yang baik perlu memperhatikan :
1.      gelas alas harus bersih dan bebas dari lemak
2.      umur biakan bakteri antara 18 – 24 jam, kecuali bakteri yang tumbuh lambat. Apabila umur biakan lebih dari 24 jam, mungkin terjadi perubahan struktur dan morfologi bakteri.
3.      mutu zat warna harus baik  :  perlu diperhatikan waktu pembuatan dan cara penyimpanannya
4.      tebal sediaan harus merata supaya zat warna bisa menembus dinding sel kuman dengan merata

JENIS-JENIS PEWARNAAN
1.      Pewarnaan sederhana  :  pewarnaan yang hanya menggunakan satu macam zat warna. Contoh : anilin, biru metilen, safranin, ungu kristal, air fukhsin
2.      Pewarnaan diferensial  :  pewarnaan yang menggunakan lebih dari satu macam zat warna, berfungsi untuk membedakan / mengelompokkan kuman yang satu dari yang lain
·         Pewarnaan Gram  :  ditemukan oleh Christian Gram (1884), merupakan pewarnaan yang sangat penting karena digunakan sebagai pewarnaan rutin. Hasilnya bisa membedakan antara kelompok bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif
·         Pewarnaan tahan asam  :  membedakan antara bakteri tahan asam dan bakteri tidak tahan asam
§  pewarnaan Ziehl Neelsen
§  pewarnaan Tan Thiam Hok (TTH)  =  Kinyoun Gabbet
3.      Pewarnaan khusus  :  untuk mewarnai atau melihat bagian-bagian tertentu dari sel bakteri yang sukar diwarnai dengan pewarnaan biasa
·         flagela             :  pewarnaan Gray, Novel, Zettnow, Fontana – Tribondeaeu
·         kapsul              :  pewarnaan Muir, Hiss, Gins – Burri
·         s p o r a            :  pewarnaan Schaeffer – Fulton, Klein
·         i n t i                :  pewarnaan Feulgen
·         granula                        :  pewarnaan Neisser, Albert
·         Sirokhaeta       :  Becker – Krantz, Fontana – Tribondeaeu
4.      Pewarnaan negatif  :  pewarnaan yang hanya mewarnai latar belakang bakteri, sedang bakterinya sendiri tidak diwarnai. Disini bakteri tampak sebagai benda-benda yang terang dengan latar belakang gelap.
Pewarnaan ini ditujukan untuk bakteri-bakteri yang sukar diwarnai, misalnya : Treponema, Leptospira, dan Borellia

PEWARNAAN YANG SERING DIKERJAKAN


1.      Pewarnaan Gram (modifikasi Hucker)
Bahan  :    ·    ungu kristal oksalat ammonium (Ammonium Oxalat Crystal
                        Violet = AOCV)  :  sebagai warna utama
·         lugol (campuran antara jodium dan jod kali)  :  sebagai mordant
·         alkohol aseton                                          :  sebagai peluntur
·         s a f r a n i n                                             :  sebagai warna pembanding
C a r a  :         ·    sediaan dituangi AOCV selama lima menit, kemudian dicuci
·         dituangi lugol selama 45 – 60 detik, kemudian dibuang
·         dituangi alkohol aseton selama 10 – 30 detik, kemudian dicuci
·         dituangi safranin selama 1 – 2 menit, kemudian dicuci
·         dikeringkan di udara atau di antara kertas saring
Hasil  :      ·    Gram positif  :  bakteri berwarna biru ungu
·         Gram negatif  :  bakteri berwarna merah
Contoh bakteri
·         kokus Gram positif  :  Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes,
   Streptococcus pneumoniae
·         kokus Gram negatif  :  Neisseria gonorrhoeae, Neisseria meningitides
·         batang Gram positif  :  Corynebacterium diphtheriae, Clostridium tetani,
   Bacillus anthracis
·         batang Gram negatif            : Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter, Salmonella,
Shigella, Proteus, Pseudomonas, Haemophilus, Bordetella

2.     Pewarnaan Ziehl Neelsen
Bahan  :     ·    fukhsin karbol       :  sebagai warna utama
·         alkohol asam         :  sebagai peluntur
·         biru metilen           :  sebagai warna pembanding
C a r a  :   ·    sediaan dituang fukhsin karbol selama 5 (lima) menit, dipanasi sampai
                        menguap (tidak boleh mendidih), kemudian dicuci
·         dituangi alkohol asam selama 20 detik, kemudian dicuci
·         dituangi biru metilen selama satu menit, kemudian dicuci dan dikeringkan
Hasil  :      ·    tahan asam                       :  bakteri berwarna merah
·         tidak tahan asam             :  bakteri berwarna biru
Contoh bakteri  :  Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium leprae




3.     Pewarnaan Schaeffer Fulton
Bahan  :    ·    hijau malakhit
·    safranin
C a r a  :   ·    sediaan dituangi hijau malakhit selama 5 (lima) menit, dipanasi seperti
                        pada pewarnaan Ziehl Neelsen, kemudian dicuci
·    dituangi safranin, kemudian dicuci dan dikeringkan
Hasil :        ·    spora         :  berwarna hijau
·    bakteri      :  berwarna merah
Contoh bakteri  :  Clostridium tetani, Bacillua anthracis
           
4.     Pewarnaan Neisser
Bahan :     ·    campuran antara Neisser A dan Neisser B  (2 : 1)
·    Neisser C
C a r a  :   ·    sediaan dituangi Neisser A & B selama satu menit, kemudian sisa cat
                        dibuang
·    dituangi Neisser C selama 3 (tiga) menit, kemudian dikeringkan
Hasil :        ·    granula      :  berwarna ungu
·    bakteri       :  berwarna kuning coklat
Contoh kuman  :  Corynebacterium diphtheriae               


HABITAT BAKTERI  ,  FLORA NORMAL  ,  HUBUNGAN  ANTARA BAKTERI DENGAN INANG


 H A B I T A T

Ialah lokasi atau tempat tinggal spesifik suatu organisme
Mikroorganisme bisa ditemukan di semua tempat yang memungkinkan terjadinya kehidupan, dan keberadaannya di tempat tersebut bisa :
·         transient               :  sementara
·         indigenous            :  menetap beberapa turunan. Kelompok ini lebih mampu bertahan
   terhadap lingkungan yang buruk daripada kelompok transient
Habitat alam mikroorganisme
1.      T a n a h
Tanah merupakan sumber yang kaya akan mikroorganisme, dan pada umumnya bersifat non-patogen.
Bakteri patogen antara lain  :        Clostridium tetani, Clostridium perfringens,
Clostridium botulinum, Bacillus anthracis
2.      A i r
Pada umumnya air tawar dan air kaut mengandung mikroorganisme, dan umumnya tidak terdapat bakteri patogen, kecuali air yang tercemar air kemih atau tinja manusia dan binatang secara langsung.
Bakteri patogen antara lain  :  Salmonella, Shigella, Vibrio cholerae, Legionella
Escherichia coli yang ditemukan di air digunakan sebagai indikator pencemaran air oleh tinja, karena bakteri ini bertahan hidup di air relatif lebih lama
3.      U d a r a
Bakteri banyak ditemukan di udara, tetapi mereka tidak berkembang biak disana. Udara luar jarang mengandung bakteri patogen, mungkin karena efek pengeringan, ozon, dan radiasi ultraviolet.
Udara dalam ruangan mungkin mengandung bakteri dan virus patogen yang berasal dari kulit, tangan, pakaian, dan terutama saluran nafas atas manusia
4.      Makanan (susu)
Susu dari sapi sehat yang diperah secara aseptik masih mengandung bakteri non-patogen sebanyak 100 – 1.000 per milliliter.
Kadang-kadang terdapat bakteri patogen yang mungkin berasal dari sapi yang sakit, atau dari proses pemerahan, antara lain  :  Mycobacterium tuberculosis, Salmonella, Streptococcus, Corynebacterium diphtheriae, Shigella, Brucella, dan Staphylococcus penyebab keracunan makanan
Angka kejadian penyakit yang berasal dari susu sapi bisa diturunkan dengan pasturisasi susu dan pemusnahan hewan yang sakit


HUBUNGAN  ANTARA BAKTERI DENGAN INANG
Hubungan antara bakteri dengan inang pada umumnya dalam bentuk simbiosis, yaitu hubungan yang dekat antara dua bentuk kehidupan, berlangsung lama atau sebentar, dan memerlukan kontak fisik
Berdasar tempatnya ada 2 (dua) macam simbiosis :
1.      endosimbiosis       :  suatu organisme berada di dalam organisme lain
2.      ektosimbiosis        :  suatu organisme berada di permukaan organisme lain
Berdasar keuntungan dan kerugian yang timbul, ada 3 (tiga) macam simbiosis
1.      mutualisme  :  bentuk hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak
·         Rhizobium leguminosarum pada akar tanaman Legumonosae
Rhizobium menggantungkan hidupnya pada Leguminosae, dan sebagai gantinya dia mengikat Nitrogen udara menjadi senyawa Nitrogen yang dapat dimanfaatkan oleh Leguminosae
·         Escherichia coli pada usus manusia
Escherichia coli dapat bertahan hidup dalam usus manusia, dan sebagai gantinya dia memproduksi vitamin K yang bisa dimanfaatkan manusia
2.      komensalisme  :  bentuk hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak dirugikan.
Contoh  :  Staphylococcus epidermidis pada kulit manusia
3.      parasitisme  :  bentuk hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak, dan pihak lain dirugikan
Organisme yang merugikan disebut parasit, sedangkan organisme yang mengandung parasit disebut inang / tuan rumah / hospes / host.
Hubungan ini dapat terjadi dalam bentuk penyakit. Apabila gejala mereda tetapi parasit masih ada di dalam inang, berarti telah tercapai keseimbangan antara parasit dan inang, dalam hal ini inang disebut karier


FLORA NORMAL PADA TUBUH MANUSIA


Mulut dan Saluran Nafas
Mulut : Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, Streptokokus viridans, Enterococcus, Neisseria, Veillonella, Corynebacterium, Actinomyces, Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter, Haemophilus, Bacteroides, Fusobacterium, Vibrio sputorum, Treponema denticum, Borellia refringens, Streptococcus pyogenes (5 – 10 %), Streptococcus pneumoniae (25 %)

Saluran Nafas (nasofaring, orofaring, tonsil) :
·         dominan  :  Streptokokus non-hemolitik, Streptokokus hemolitik alfa, Neisseria
·         Staphylococcus epidermidis, difteroid, Haemophilus, pnemokokus, Mycoplasma, Bacteroides
Pemusnahan flora normal faring dengan penisilin dosis tinggi akan menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari Escherichia coli, Klebsiella, Proteus, Pseudomonas, jamur.

Saluran Cerna
Esofagus & lambung  :  pada dasarnya steril, kecuali pada saat menelan makanan, bisa mengandung kuman kurang dari 1000 / milliliter. Pada lambung dewasa mungkin terdapat Helicobacter pylori
Usus halus : bakteri bersifat sementara (Streptococcus, Lactobacillus, yeast / ragi, terutama Candida albicans)
Usus besar
·         anaerob  :   Bacteroides dan Bifidobacterium (lebih dari 90 %), Clostridium,
Eubacteria, Veillonella,
·         mikroerofilik / anaerob  :  Lactobacillus
·         aerob  :  Escherichia coli (tersering), Streptococcus, yeast
Pemusnahan flora normal usus dengan antibiotik bisa menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari Clostridium difficile yang menghasilkan enterotoksin, sehingga menyebabkan kolitis
Neonatus  :  flora usus terbentuk dalam 24 jam setelah lahir
·         minum ASI  :        Lactobacillus bifidus (dominan), Enterokokus, bakteri koli,
Stafilokokus
·         minum susu buatan  :        Lactobacillus acidophilus, bakteri koli, Enterokokus,
Bacillus, Clostridium

Saluran Kemih dan Alat Kelamin
Orifisium uretra (wanita dan pria yang tidak disirkumsisi)  :  bisa dijumpai Mycobacterium smegmatis (tersering), Streptokokus non-hemolitik, Staphylococcus epidermidis
Vagina  &  vulva 
·         neonatus  :            steril sampai 24 jam kehidupan, setelah itu berkembang bakteri
non-patogen (difteroid, Micrococcus, Streptokokus non-hemolitik)
·         setelah 2 – 3 hari  :  karena induksi dari estrogen ibu, maka pertumbuhan Lactobaci-
llus anaerob meningkat. Setelah estrogen menurun,     Lactobacillus menurun dan pH vagina menjadi basa
·         pubertas  :            Lactobacillus muncul kembali, dan terdapat flora yang akan
menetap sampai dewasa
·         dewasa  :  difteroid, Lactobacillus, Micrococcus, Staphylococcus epidermidis,
Streptococcus faecalis, Ureaplasma, yeast
·         vaginitis simtomatis  :  Haemophilus vaginalis dan Chlamydia
·         hamil  :  Streptococcus agalactiae (15 – 20%)

Kulit , Hidung , Telinga
Kulit  :  Staphylococcus epidermidis, Micrococcus, Streptokokus hemolitik alfa, Streptokokus non–hemolitik, difteroid aerob & anaerob, Sarcinae, Staphylococcus aureus (sementara), jamur, Propionibacterium acnes, Mycobacterium saprofit
Hidung  :  Staphylococcus aureus
Telinga (luar)  :  Streptococcus pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Mycobacterium saprofit (kadang-kadang)

Daerah steril : saluran nafas bawah (laring, trakhea, bronkhus, bronkhiolus, alveolus), sinus hidung, telinga (tengah & dalam), pleura, peritoneum, hati, kandung empedu, saluran kemih (di atas uretra depan), tulang, sendi, otot, darah, cair otak


KLASIFIKASI BAKTERI BERDASAR KEBUTUHAN OKSIGEN
·         aerob obligat / mutlak  :  tumbuh subur bila ada oksigen dalam jumlah besar
·         anaerob fakultatif  :  mampu tumbuh baik dalam suasana dengan atau tanpa oksigen
·         anaerob obligat  :  hidup tanpa oksigen, adanya oksigen merupakan racun baginya
·         anaerob erotoleran  :  hidup tanpa oksigen, tetapi tidak mati oleh oksigen
·         mikroerofilik  :  hanya tumbuh baik dalam tekanan oksigen yang rendah




BEBERAPA MIKROORGANISME PENTING
DI KEBIDANAN & KANDUNGAN


STREPTOCOCCUS PYOGENES 
(Streptokokus hemolitikus beta grup A  =  Streptokokus grup A)

Taksonomi  :          O r d o            :  Eubacteriales
                                    Famili             :  Streptococcaceae
                                    Genus             :  Streptococcus
Morfologi   
·         kokus Gram positif, Ø  :  0,5 – 1 mikrometer, tersusun seperti rantai
·         tidak membentuk spora, tidak mempunyai flagela (tidak bergerak), mempunyai kapsul (sebentar)
Sifat perbenihan dan pertumbuhan: 
·         anaerob fakultatif,  suhu optimal  :  37ºC,  pH optimal  :  7,4 – 7,6
·         memerlukan perbenihan kaya yang mengandung darah / serum, cair asites, atau cair pleura
·         menunjukkan hemolisis darah tipe beta
Daya tahan
·         mampu bertahan selama beberapa minggu dalam sputum atau ekskreta hewan
·         dengan pemanasan 60ºC bertahan selama 30 – 60 menit, dan dengan pemanasan 62ºC (pasturisasi susu) bertahan selama 30 menit
·         terhadap antiseptik / desinfektans pada umumnya bertahan selama 15 menit  : 
tinctura Yodii  (2 %),  fenol  (0,5 %),  kresol  (1 : 175),  sublimat  (0,2 – 0,5 %),  merkurokhrom  (2 %),  heksiresorsinol  (0,1 %)
·         terhadap antibiotika / khemoterapetika  :
§  p e k a              :  sulfonamida, penisilin
§  resisten            :  tetrasiklin, khloramfenikol
§  variasi              :  streptomisin
Penyakit yang penting
·         febris pueperalis  =  demam / sepsis masa nifas  :  bakteri masuk ke dalam uterus setelah persalinan. Sepsis terjadi karena luka yang terkena infeksi, berupa endometritis
·         erisipelas, radang tenggorok
Penularan  :  melalui droplet dan saluran nafas





LACTOBACILLUS

Taksonomi  :          Famili  :          Lactobacillaceae

Lactobacillus merupakan  bakteri yang mampu memproduksi sejumlah asam laktat dari karbohidrat sederhana sehingga mengakibatkan suasana asam yang mampu mematikan bakteri lain yang tidak berspora

Morfologi  :  batang Gram positif, bipolar (belang), tidak mempunyai flagella

Sifat perbenihan dan pertumbuhan
·         mikroerofilik / anaerob,  pH  £  5,  menghasilkan asam
·         memerlukan makanan yang kompleks
·         pada umumnya tidak tumbuh pada perbenihan biasa kecuali ada penambahan glukosa atau whey

Patogenitas  :  pada dasarnya bersifat non–patogen
·         penting dalam industri fermentasi, terutama susu
·         beberapa jenis Lactobacillus merupakan bagian dari flora normal usus, dan terutama ditemukan pada bayi atau orang-orang yang banyak mengkonsumsi gula (misalnya laktosa)

Siklus Lactobacillus dalam vagina
·         dalam vagina bayi baru lahir dapat segera ditemukan Lactobacillus anaerob yang disebut basil Doderlein (Lactobacillus acidophilus Doderleini) yang akan menetap selama beberapa minggu selama vagina masih bereaksi asam.
·         selanjutnya pH vagina menjadi netral sampai masa pubertas. Dalam masa pubertas Lactobacillus akan muncul kembali dalam jumlah besar dan mempertahankan pH vagina tetap asam, berdasar kemampuannya memproduksi asam dari karbohidrat terutama glikogen. Keadaan ini merupakan mekanisme penting dalam mencegah berkembangnya kuman lain yang mungkin berbahaya bagi vagina. Bila karena sesuatu sebab jumlah Lactobacillus tertekan, misalnya karena pemberian antibiotika,  maka bakteri lain akan meningkat jumlahnya dan bisa menimbulkan gangguan atau peradangan
·         dalam masa menopause jumlah Lactobacillus kembali berkurang

Vaginosis bakterialis
·         Vaginitis
Penyebab :
§  90 %  :  Candida (kandidiasis vulvovaginitis), Trichomonas (trikhomoniasis), dan
  bakteri (vaginosis bakterialis)
§  10 %  :  atrofi (vaginitis atrofikans), korpus alienum, Staphylococcus aureus
  (vaginitis ulseratif), Streptokokus hemolitik beta, dan sebagainya
·         Vaginitis non – spesifik
Infeksi vagina paling sering pada masa produktif adalah vaginosis bakterialis. Semula disebut vaginitis non–spesifik karena penyebabnya belum jelas, tetapi kemudian diketahui bahwa vaginitis tersebut disebabkan oleh bakteri Gardnerella vaginalis (Corynebacterium vaginale  =  Haemophilus vaginalis)
·         Ciri khas
§  dijumpai perubahan flora normal vagina, yaitu dominasi Lactobacillus tergeser dan diganti oleh Peptostreptokokus, Bacteroides, Gardnerella vaginalis, Mobilus, dan Mikoplasma
§  gambaran radang tidak nyata
Oleh karena kedua hal di atas, maka istilah vaginosis lebih tepat
·         Gambaran klinik
§  lima puluh persen tidak ada keluhan
§  bila ada keluhan, gejala pertama berupa bau amis pada vagina terutama setelah melakukan hubungan seksual
§  terlihat sekret vagina encer putih keabu-abuan di sekitar vagina
·         Peranan vaginosis bakterialis
§  Menurut penelitian, bakteri yang ada kaitannya dengan vaginosis dapat ditemukan dan diisolasi dari cairan amnion, kasus khorioamnionitis, endometritis postpartum, dan bakteremia
§  Dikatakan angka kematian bayi berkaitan erat dengan berat badan lahir rendah yang banyak dijumpai pada prematuritas dan pecah ketuban dini, sementara prematuritas dan pecah ketuban dini banyak dijumpai pada vaginosis
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka diharapkan usaha pencegahan vaginosis bakterialis pada kehamilan dapat membantu menurunkan angka kematian bayi secara tidak langsung
§  Infeksi saluran genital bagian atas (termasuk endometritis, salfingitis) pada wanita yang tidak hamil diduga juga ada kaitannya dengan vaginosis bakterialis



LISTERIA MONOCYTOGENES

Morfologi  :  kokobasil Gram positif ;  0,4 – 0,5  m  x  0,5 – 2,0  m ; cenderung membentuk rantai pendek (3 – 5 bakteri),  mempunyai flagela
Sifat perbenihan dan pertumbuhan 
·         aerob / mikroerofilik,  suhu optimal  :  37ºC (sanggup tumbuh sampai suhu  2,5ºC)
·         tumbuh baik pada perbenihan agar darah dan agar triptosa
Epidemiologi
·         penyebaran bakteri ini di alam sangat luas
·         dapat diasingkan dari  :  orang-orang sakit, karier sehat, sejumlah besar mamalia, burung, ikan, caplak, dan kerang-kerangan
·         juga ditemukan pada tanaman, contoh-contoh tanah, dan tinja hewan
·         asal dari bakteri ini belum bisa ditentukan, apakah dari tinja hewan atau tanah
·         anggapan sekarang adalah bahwa bakteri ini merupakan bakteri saprofit pada tanah atau tanaman yang dapat berpindah pada manusia atau hewan melalui berbagai macam jalan
Listeriosis
·         janin / bayi dapat terinfeksi secara
§  transplasental (melalui vena umbilicalis)  :  bisa mengakibatkan sepsis dengan resiko abortus, prematur, lahir mati atau meninggal beberapa waktu setelah lahir
§  selama kelahiran  :  gejala timbul pada minggu pertama sampai keempat setelah lahir, mirip meningitis oleh bakteri lain
·         listeriosis yang khas adalah infeksi saluran genital pada wanita hamil yang dapat menyebabkan infeksi pada janin yang dikandungnya
·         ibu biasanya menunjukkan gejala sakit, atau gejala sangat ringan menyerupai influenza
·         kortikosteroid diduga meningkatkan kepekaan terhadap listeriosis, dan meningkatkan mortalitas
Diagnosis
Bahan pemeriksaan  :  sekret serviks / vagina, lokhia, darah tali pusat, mekonium,   darah, cair otak
Pengobatan  :         utama             :  penisilin
                                    pilihan            :  eritromisin, tetrasiklin
Pencegahan
·         banyak kesulitan karena sulitnya mengenali listeriosis, pada manusia maupun hewan
·         listeriosis pada bayi lahir dapat dicegah dengan pengobatan segera bagi ibu
·         pencegahan harus ditujukan terutama dengan menyingkirkan hewan-hewan reservoir, pasturisasi susu, dan mencegah kontak dengan hewan-hewan terinfeksi atau produk-produknya



NEISSERIA  GONORRHOEAE  =  gonokokus

Taksonomi :           O r d o             :  Eubacteriales
                                    Famili              :  Neisseriaceae
Morfologi  :            diplokokus Gram negatif  (biji kopi)  ;  Æ  :  0,8  mm
Tidak mempunyai flagela (tidak bergerak), tidak membentuk spora, mempunyai kapsul
Sifat perbenihan dan pertumbuhan
·         aerob / mikroerofilik, membutuhkan CO2  3 – 10 %
·         sangat pemilih  :    untuk perbenihannya perlu penambahan beberapa zat / senyawa
tertentu
Daya tahan  :  sangat rendah
Peka terhadap  :
·         sinar matahari, pengeringan, pemanasan, suhu rendah, perubahan pH
·         antiseptik  :  dengan AgNO3  (perak nitrat  /  nitras argenti)  1 : 4.000 bakteri hancur dalam waktu 2 (dua) menit
·         antibiotika / khemoterapetika  :  penisilin, sulfonamid

Gonorrhoeae  (gonore  =  GO)
·         merupakan penyakit kelamin yang paling sering dijumpai
·         infeksi primer biasanya terjadi di  : uretra, duktus periuretralis, atau kelenjar-kelenjar di sekitarnya, mukosa serviks, konjungtiva, dan rektum
·         GO pada pria  :  uretritis
§  penularan terutama melalui kontak seksual
§  masa tunas  :  rata-rata 4 (empat) hari
§  keluhan  :  disuria dan mengeluarkan pus waktu berkemih.
Kadang-kadang timbul demam, tetapi sering tidak dijumpai gejala sistemik
lainnya. Bahkan 10 % tidak menunjukkan gejala apapun, dengan demikian
berpotensi sebagai sumber penularan
§  pengobatan yang tepat dan adekuat dapat mempercepat penyembuhan
§  komplikasi (1 %)  :  striktur uretra, epididimitis, prostatitis.
Jarang dijumpai komplikasi berupa sepsis, peritonitis, atau meningitis
·         GO pada wanita  :  vaginitis, servisitis, uretritis
§  masa tunas sukar ditentukan, karena pada umumnya tidak menunjukkan gejala
§  gejala  (bila ada)  :  disuria / poliuria, keluar getah vagina, demam, nyeri perut
§  komplikasi  : 
q  radang pelvis  :  sebagai lanjutan infeksi pada tuba falopii.
Keadaan ini merupakan penyebab utama kemandulan di kemudian hari. Jaringan parut yang terbentuk selama proses penyembuhan akan menghalangi jalannya sel telur dari ovarium
q  jaringan parut dapat menghambat aliran cairan yang melewati tuba falopii, sehingga cairan akan terkumpul dan memudahkan terjadinya infeksi oleh bakteri lain (terutama bakteri anaerob). Selanjutnya akan menjadi radang pelvis khronik yang sukar disembuhkan dan menimbulkan keluhan nyeri
q  perihepatitis, peritonitis, proktitis, faringitis yang sering tanpa gejala
·         GO pada anak-anak  : 
§  pada umumnya terjadai pada masa perinatal, pada saat bayi melalui jalan lahir
§  bisa berupa  : 
1.      ophthalmia neonatorum / gonoblenore / konjungtivitis gonoroika
q  bila dibiarkan bisa mengakibatkan kebutaan.
q  dahulu dilakukan usaha pencegahan yang disebut cara Crede, yaitu meneteskan larutan AgNO3  1 % ke dalam saccus conjungtivae pada setiap bayi baru lahir.
q  cara tersebut tidak bermanfaat apabila penyakit telah berkembang, misalnya pada kelahiran prematur atau peristiwa ketuban pecah dini.
q  dari hal tersebut di atas bisa dilihat betapa pentingnya mengetahui adanya gonore pada ibu-ibu dalam masa kehamilan
2.      artritis gonoroika
q  sifatnya sangat destruktif  (merusak)
q  infeksi terjadi pada saat kelahiran
q  dari beberapa kasus bayi dengan artritis terbukti bahwa si ibu sedang menderita gonore yang menyebar pada saat melahirkan
3.      vulvovaginitis 
Dapat ditemukan pada  gadis  umur  2 – 8 tahun atau wanita menopause. Hal ini terjadi karena pada masa-masa tersebut suasana vagina membantu dan memudahkan tumbuhnya gonokokus, yaitu kadar estrogen rendah, kadar glikogen pada epitel vagina sedikit, dan bakteri Doderlein berkurang jumlahnya, sehingga pH vagina menjadi basa.
Diagnosis
·         bahan pemeriksaan  :      pria                  :  sekret uretra, usap anorektal, air kemih
wanita             :  sekret vagina / serviks
anak-anak        :  sekret konjungtiva
·         pemeriksaan
§  mikroskopik    :  diplokokus Gram negati, biji kopi
§  pembiakan       :  terutama untuk infeksi khronik (pada wanita), karena pemerik-
   saan mikroskopik tidak memuaskan


TREPONEMA  PALLIDUM
Taksonomi  :          O r d o             :  Spirochaetales
                                    Famili              :  Spirochaetaceae
Morfologi  : 
·         spiral halus,  ukuran  :  0,09 – 0,5  x  5 – 16 mm, 
mempunyai 8 – 14 ulir dengan jarak  1 mm,  bergerak aktif dengan filamen aksial
·         bakteri ini sulit diwarnai dengan pewarnaan biasa, oleh karena itu untuk melihat bentuknya perlu pewarnaan khusus Levaditti (impregnasi perak) atau menggunakan mikroskop lapangan gelap
Sifat perbenihan dan pertumbuhan  :  sampai saat ini belum bisa dibiakkan pada
    perbenihan buatan
S i f i l i s  
·         merupakan penyakit kelamin, ditularkan melalui hubungan seksual
·         jenis-jenis
§  cara mendapat :  aifilis akuisita  (dapatan)  dan sifilis kongenita  (bawaan)
§  epidemiologi   :  sifilis dini dan sifilis lanjut
§  klinis                :  sifilis primer, sifilis sekunder, sifilis laten, sifilis tersier
Sifilis dini              :  primer, sekunder, dan laten dini (4 tahun awal)
Sifilis lanjut           :  laten lanjut  (lebih dari 4 tahun), dan tersier
·         Sifilis stadium  I  (primer)
§  masa tunas  :  10 – 90 hari  (rata-rata  :  21 hari)
§  gejala  :  mula-mula timbul papel, kemudian memecah dan membentuk ulkus
bersih yang tidak menimbulkan rasa sakit (indolen). Apabila diraba, dasar ulkus terasa keras, oleh karena itu disebut ulkus durum. Permukaan ulkus dilapisi eksudat tebal yang mengandung banyak kuman.
§  ulkus akan sembuh spontan dalam waktu 3 – 6 minggu
·         Sifilis stadium  II  (sekunder)
§  timbul dalam waktu 3 – 6 minggu setelah munculnya ulkus durum
§  gejala  : 
q  timbul bercak-bercak merah di seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki
q  pada mukosa mulut dapat ditemukan bercak-bercak putih
q  sering dijumpai kelompok papel dengan permukaan erosif yang disebut kondiloma lata pada tempat-tempat yang lembab, misalnya  :  mulut, ketiak, anus, vagina
q  lesi bersifat sangat infeksius dan penuh kuman
q  gejala / penyakit lain yang menyertai adalah  :  meningitis, khorioretinitis, hepatitis, nefritis, periostitis, arthritis, atau artralgia
§  lesi sekunder dapat hilang spontan dalam waktu  2 – 10 minggu
·         Sifilis stadium laten
§  dibedakan menjadi  :   4  tahun pertama         :  sifilis laten dini
sesudah  4  tahun        :  sifilis laten lanjut
§  dalam stadium ini tidak ada tanda-tanda sifilis aktif, tetapi hasil pemeriksaan serologik tetap positif
§  apabila pada stadium laten dini diberikan pengobatan secara teratur, maka perkembangan ke stadium laten lanjut bisa dicegah
·         Sifilis stadium  III  (tersier)
§  timbul dalam waktu  3 – 10 tahun  setelah stadium sekunder
§  dapat timbul lesi lokal yang sifatnya tidak progresif pada kulit atau jaringan lain, yang disebut gumma
q  lesi relatif tenang, sehingga stadium ini sering disebut sebagai sifilis tersier benigna
q  bakteri jarang atau tidak ditemukan sama sekali
§  Sifilis syaraf  :  neurosifilis lanjut
q  terjadi lebih dari 5 (lima) tahun dari sifilis primer
q  bisa tanpa atau dengan gejala
q  gejala klasik  :  dementia paralitika, tabes dorsalis
§  Sifilis kardiovaskuler
q  timbul dalam waktu  10 – 40 tahun sejak sifilis primer
q  gejala  :  aneurisma aorta, arteritis paru, stenosis, yang mengakibatkan angina
dan insufisiensi miokard, dan selanjutnya mengakibatkan kematian

·         Sifilis kongenita
§  terjadi pada bayi waktu lahir, beberapa waktu, atau beberapa tahun setelah lahir
§  wanita hamil yang sedang menderita sifilis terutama stadium sekunder, bisa menularkan sifilis kepada bayinya secara transplasental, kurang lebih pada kehamilan minggu ke 16
§  sifilis mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin di dalam maupun di luar uterus. Bahkan bila infeksinya berat, dapat mengakibatkan kematian janin, atau bayi lahir terus mati
§  bila infeksi terjadi dalam waktu  6 (enam) minggu akhir kehamilan, maka biasanya janin belum sempat terkena sifilis, karena bakteri belum sempat tersebar dalam peredaran darah ibu
§  ada  2 (dua) macam  :
1.      Sifilis kongenita prekoks
q  gejala mulai timbul waktu bayi lahir atau setelah berumur  1 – 3  bulan.
q  gejala  : 
o   bullae pada telapak tangan
o   kondiloma lata
o   tulang  :  osteokhondritis atau periostitis epifisis tulang panjang yang mengakibatkan terjadinya pseudoparalisis Parrot, kelainan tulang tibia (sabre bone), patah tulang spontan, penonjolan tulang dahi
o   penyumbatan hidung (snuffle nose)
o   hepatosplenomegali, atrofi dan distrofi otot sehingga berat badan tidak bertambah
2.      Sifilis kongenita tarda
q  gejala timbul pada usia di atas satu tahun sampai  6 – 7 tahun
q  ditemukan trias Hutchinson yaitu berupa tuli syaraf, deformitas gigi seri atas tengah, dan keratitis interstitialis
·         Sifilis d’emblee
§  sifilis yang langsung masuk stadium sekunder, jadi langsung muncul gejala-gejala stadium sekunder
§  terjadi karena infeksi bakteri melalui tusukan jarum yang dalam, misalnya transfusi darah
·         Diagnosis
§  stadium  I        :  pemeriksaan mikroskopik cairan jaringan lesi (ulkus durum)
§  stadium  II      :
o   pemeriksaan mikroskopik cairan jaringan lesi (papel, kutil)
o   pemeriksaan serologik  :  Wassermann, Kahn, VDRL
§  stadium  III     :  pemeriksaan serologik 
·         Pengobatan
§  obat pilihan utama adalah benzathin penisilin G sebanyak 2,4 juta Unit per minggu intramuskuler
o   stadium  I                          :  4,8    juta Unit
o   stadium  II            :  6       juta Unit
o   stadium  III           :  9       juta Unit
§  obat lain adalah tetrasiklin dan golongan makrolida
§  pemeriksaan serologik perlu diulang dalam waktu 1 , 3 , 6 , 12 , dan 24 bulan setelah pengobatan. Apabila hasil tetap atau menurun, pengobatan bisa dihentikan; tetapi apabila hasilnya malah meningkat, maka dijadwalkan pengobatan kedua
·         Pencegahan
§  pemakaian kondom
§  pemberian penisilin setelah kontak seksual
§  pencucian genitalia setelah kontak seksual
§  menjaga kebersihan genitalia
§  mengikuti perkembangan sumber infeksi dan orang-orang yang kontak dengannya


HAEMOPHILUS  DUCREYI  =  basil Ducreyi
Morfologi  :  kokobasil Gram negatif, membentuk rantai panjang, tidak bergerak
Pertumbuhan  :  parasit mutlak, sulit dibiakkan pada perbenihan buatan
Daya tahan  :  peka terhadap pengeringan dan pendinginan
Klinis  :  Ulkus molle  =  chancroid  =  soft chancre
·         merupakan penyakit kelamin  (10 %), penularan melalui kontak seksual
·         masa tunas  :  1 – 2 minggu
·         lesi  :
§  kulit  :  ulkus yang lunak, kotor / merah, nyeri bila ditekan, dan tepi menggaung
§  limfadenitis (bubo)
Diagnosis  :  pemeriksaan mikroskopik dari lesi kulit dan cairan bubo
Pengobatan :              pilihan utama   :  sulfonamid, tetrasiklin
                                    pilihan lain       :  golongan aminoglikosida


CHLAMYDIA  TRACHOMATIS

Taksonomi  :          Ordo                :  Chlamydiales
                                    Famili              :  Chlamydiaceae
                                    Genus              :  Chlamydia  =  Miyagawanella  =  Bedsonia

Morfologi         
·         bentuk bulat, terdiri dari 2 (dua) bentuk
§  benda elementer  :     bentuknya bulat, ukuran  :  0,2    0,4  mm,
merupakan partikel ekstrasel
§  benda inisial  :  benda elementer yang membesar pada waktu memasuki sel,
ukuran  :  0,2 –  1,0 mm, kemudian membentuk sejumlah benda elementer  
·         Gram negatif, mempunyai badan inklusi yang tampak di sekeliling inti sel yang terinfeksi, dan tidak bergerak
·         pada pewarnaan Giemsa tampak benda elementer berwarna ungu, benda inisial berwarna biru, dan badan inklusi berwarna ungu tua
·         dengan pewarnaan lugol, badan inklusi tampak berwarna coklat karena mengandung glikogen
·         untuk identifikasi kuman, pewarnaan Giemsa lebih penting daripada pewarnaan lain

Sifat pertumbuhan
Hanya hidup di dalam sel, meskipun demikian organisme ini bukan virus melainkan bakteri. Sifat-sifat pertumbuhannya di antara bakteri dan virus  
·         dapat melewati saringan kuman, dan peka terhadap pemanasan
·         tidak tumbuh pada perbenihan buatan tanpa sel
·         mempunyai ribosom
·         mempunyai bermacam-macam enzim untuk metabolisme
·         mempunyai dinding sel seperti bakteri
·         berkembang biak dengan membelah diri secara biner
·         mempunyai DNA dan RNA
·         peka terhadap antibiotika

Daya tahan
·         aktivitasnya mudah dihambat dengan pemanasan
·         infekstivitasnya hilang dengan pemanasan 60°C selama 10 menit
·         sebagian aktivitasnya hilang jika dibiarkan pada suhu 37°C selama 3 – 12 jam
·         dalam keadaan beku dapat bertahan bertahun-tahun, tetapi sebagian besar infektivitasnya hilang
·         peka terhadap etanol, eter (30 menit), fenol  0,5 % (24 jam), dan formalin, dalam kadar rendah
·         dapat disimpan pada 4°C selama beberapa hari
·         antibiotika
§  penisilin dan sikloserin dapat menyebabkan kelainan bentuk, tetapi untuk pemakaian di klinik terbukti tidak efektif
§  tetrasiklin dan eritromisin baik untuk pemakaian di klinik maupun laboratorium
§  aminoglikosida dan polimiksain kurang efektif

K l i n i s
1.      Limfogranuloma venereum (LGV)
·         merupakan penyakit kelamin yang disebut juga dengan bubo klimatik,  bubo tropical, limfopatia venereum (LV), atau limfogranuloma inguinale (LGI)
·         penyebabnya adalah Chlamydia trachomatis imunotipe I , II , dan III
·         g e j a l a  :
§  lesi primer  :
o   berbentuk vesikel yang terdapat pada glans penis, prepusium, labium posterior, dinding vagina, atau serviks
o   kadang-kadang juga ditemukan dalam uretra atau daerah anus
o   lesi tidak sakit, dan kadang-kadang sulit ditemukan
o   bila vesikel pecah akan meninggalkan jaringan parut
§  stadium  II  : 
o   infeksi menjalar ke kelenjar getah bening setempat, terutama inguinal
o   pada wanita bisa menjalar ke kelenjar getah bening daerah pelvis
o   timbul gejala-gejala umum dan setempat, demam, sakit seluruh tubuh
o   pada beberapa kasus bisa ditemukan artritis, kelainan konjungtiva, dan gejala-gejala terkenanya susunan syaraf pusat
§  stadium  III
o   timbul sindroma uretrogenitoperineal
o   pada wanita dapat ditemukan elefantiasis labia dan klitoris yang disebut estiomene
o   pada pria dapat ditemukan kelainan penis dan skrotum
o   jika rektum dan anus kena, dapat mengakibatkan striktur rectum
·         diagnosis
§  pengecatan aspirat kelenjar limfa, dicari adanya badan inklusi
§  uji Frei (uji kulit)
·         Epidemiologi
§  penyakit ini tersebar di seluruh dunia, dan terutama ditemukan pada golongan soaial ekonomi rendah
§  umumnya ditularkan melalui kontak seksual
§  dikenal adanya infeksi pada mata dengan sindroma okuloglanduler. Lesi primer dapat ditemukan dalam rongga mulut berupa vesikel yang tidak nyeri, dan dapat disertai pembengkakan lidah
§  dapat terjadi infeksi pada  :
o   perawat yang bertugas membersihkan penderita
o   ahli bedah yang melakukan eksterpasi kelenjar
2.      Uretritis non spesifik  :  merupakan 40 % dari semua uretritis non spesifik
·         penyebabnya adalah Chlamydia trachomatis golongan TRIC (Trachoma Inclussion Conjunctivitis)
·         wanita dapat mengandung kuman ini dalam waktu lama pada saluran urogenitalnya tanpa menunjukkan gejala-gejala

Pengobatan  :  tetrasiklin, eritromisin


CALYMMATOBACTERIUM  GRANULOMATIS  =  Donovania granulomatis
Morfologi  :  batang pendek gemuk, Gram negative bipolar, mempunyai kapsul
Klinis  :  granuloma venereum (GV) atau granuloma inguinale (GI)
·         penyakit yang jarang ditularkan melalui kontak seksual, dan memberi gejala
·         mulai dengan bubo pada daerah genitalia, kemudia menyebar ke tempat lain
·         dapat terjadi ulkus genital
Pengobatan  :  ampisilin, tetrasiklin

PEMERIKSAAN  LABORATORIUM


Hasil pemeriksaan mikrobiologik pada umumnya hanya menunjang diagnosis klinik. Bila hasil pemeriksaan mikrobiologik negatif, belum tentu bahwa diagnosis klinik salah. Kegagalan di laboratorium biasanya disebabkan  oleh kesalahan teknik atau cara kerja. Apabila pekerja laboratorium berpengalaman, hal tersebut jarang terjadi. Kegagalan pemeriksaan mikrobiologik lebih banyak terjadi karena kesalahan cara pengambilan dan pengiriman bahan pemeriksaan. Penting sekali adanya kerjasama antara dokter, paramedik, dan ahli laboratorium, untuk mendapatkan hasil pemeriksaan mikrobiologik yang dapat dipercaya

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pengambilan dan pengiriman bahan pemeriksaan mikrobiologik

1.      Bahan pemeriksaan sebaiknya harus diambil sebelum pemberian obat-obatan, khususnya antibiotika
·         24 jam setelah pemberian antibiotika, cairan otak / sumsum tulang belakang yang purulen sering sudah tidak mengandung bakteri patogen lagi
·         pemeriksaan tinja penderita tifus abdominalis selama pemberian antibiotika sering tidak ditemukan Salmonella typhosa. Bila pengobatan dihentikan, dalam beberapa hari biakan tinja bisa menjadi positif
·         bila penderita terlanjur minum antibiotika, harus diberitahukan kepada laboratorium untuk dilakukan antisipasi
2.      Bahan pemeriksaan sebaiknya diambil di tempat yang kemungkinan besar mengandung bakteri penyebab penyakit, dan tingkat pencemaran minimal
Luka bernanah :  pengambilan bahan pemeriksaan tidak boleh hanya pada permukaann saja, karena kemungkinan yang ditemukan adalah bakteri komensal pada kulit
3.      Waktu pengambilan dan jenis bahan pemeriksaan harus disesuaikan dengan stadium penyakit
·         gastroenteritis  :  jumlah bakteri pahogen terbanyak ditemukan pada saat pende-
rita sedang berak-berak, bukan pada saat penyembuhan
·         tifus abdominalis  :    bahan pemeriksaan stadium awal adalah darah, sedang pada
stadium akhir bisa diambil tinja
4.      Prosedur pengambilan bahan pemeriksaan harus secara aseptik, supaya bahan pemeriksaan tidak tercemar oleh bakteri dari luar
5.      Apabila penderita yang harus aktif mengeluarkan bahan pemeriksaan, maka harus dijelaskan kepada penderita tentang cara-cara pengambilan bahan pemeriksaan yang dikehendaki
Misal  :  sputum pagi atau koleksi, air kemih, tinja
6.      Jumlah bahan pemeriksaan harus cukup untuk dapat dipakai pada pemeriksaan yang dikehendaki
7.      Penampung bahan pemeriksaan harus steril, dapat ditutup dengan baik, dan tidak bocor
Hal ini penting untuk  :
·         mencegah pencemaran bahan pemeriksaan
·         melindungi orang-orang dari bahaya kontak dengan bakteri patogen
8.      Disertakan keterangan mengenai bahan pemeriksaan tersebut, antara lain  :
·         identitas penderita  :  nama, umur, jenis kelamin
·         tanggal dan jam pengambilan
·         jenis bahan yang dikirim
·         pengirim  :  Rumah Sakit, Ruangan / Poli, dokter
·         keterangan klinik  :  diagnosis, obat yang telah diminum
·         pemeriksaan yang diminta  :  biakan, pewarnaan, aerob / anaerob
9.      Bahan pemeriksaan harus segera dikirim ke laboratorium untuk mendapatkan hasil yang dapat dipercaya
·         apabila bahan pemeriksaan harus ditunda pengirimannya, harus diperhatikan cara-cara penyimpanannya supaya kemungkinan hasil tetap sama dengan bahan pemeriksaan yang langsung dikirim
·         tinja yang mengandung Shigella  :  bila disimpan terlalu lama, Shigella akan terdesak oleh pertumbuhan flora normal tinja sehingga kemungkinan hasil positif akan berkurang
·         air kemih  :  penyimpanan mengakibatkan banyaknya bakteri bertambah sehingga hasilnya bisa positif palsu
10.  pemeriksaan anaeob 
·         dianjurkan menggunakan tabung khusus yang bertutup ganda, diisi CO2 atau N2 yang bebas oksigen.
·         bahan pemeriksaan cair disuntikkan melalui tutup karet untuk menghindari kontak dengan udara

PEMERIKSAAN DARAH
·         Dalam keadaan normal darah tidak mengandung bakteri, jadi pemeriksaan bakteriologik darah bertujuan mencari semua bakteri yang bisa mencemari darah. Adanya mikroorganisme dalam darah hampir selalu berarti ada infeksi dalam tubuh yang kemungkinan besar sedang menjalar ke seluruh tubuh yang disebut bakteremia atau septikhemia
·         Macam-macam infeksi yang memerlukan pemeriksaan bakteriologik darah
§  pneumonia  oleh Streptococcus pneumoniae
§  meningitis bakterial oleh Haemophilus influenzae, Neisseria meningitidis, dan Streptococcus pneumoniae
§  tifus abdominalis oleh Salmonella typhosa
§  infeksi luka oleh Streptokokus hemolitikus beta dan Staphylococcus aureus
§  infeksi kandung empedu, saluran empedu, osteomielitis
§  sepsis puerperalis oleh Streptococcus pyogenes
§  pasca bedah dengan infeksi khronik
·         Pengambilan
§  cara  :  aspirasi pembuluh vena menggunakan spuit
§  kulit dibersihkan dengan yodium tinctuur  2 %, kemudian dibersihkan dengan alkohol 70 %
§  penampung adalah botol steril, atau langsung dimasukkan ke dalam tabung perbenihan
§  apabila membutuhkan antikoagulan, ath digunakan natrium sitrat 2 % atau sodium polianetol sulfonat (SPS)
§  waktu pengambilan adalah pada saat demam
§  jumlah darah  5 – 10 mililiter
·         Jenis pemeriksaan  &  hasil
1.      biakan darah umum
§  untuk semua infeksi yang terjadi pada darah
§  darah harus tetap cair dengan pemberian antikoagulan
§  hasil  :       biakan positif dengan menyebut nama bakteri
biakan steril 
2.      biakan gall
§  khusus untuk tifus abdominalis
§  darah dibiarkan membeku, dan diambil bekuan darah
§  hasil  :       biakan gall positif       :  ditemukan Salmonella typhosa
biakan gall negatif      :  ditemukan bakteri lain selain S. typhosa
biakan gall steril
3.      serologik
§  untuk mengukur antisera dalam darah, misal  :     ASO, Widal, WR, Kahn,
VDRL
§  darah dibiarkan membeku, diambil serumnya
§  hasil  :  kuantitatif, berupa titer antisera

PEMERIKSAAN  AIR  KEMIH
·         tujuan  :  mencari kuman bakteri penyebab infeksi saluran kemih
·         macam-macam bakteri  :  Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter, Proteus, Pseudomonas, Streptococcus faecalis, Stafilokokus, Alcaligenes, Acinetobacter, Candida, Gardnerella vaginalis, Mycobacterium tuberculosis, Streptokokus hemolitik beta, Neisseria gonorrhoeae, Salmonella, Shigella
·         Syarat bakteriologik
§  sebaiknya penderita belum minum obat  :  antibiotika, diuretika
§  air kemih pagi hari, atau belum berkemih sedikitnya 3 (tiga) jam
§  proses pengambilan secara aseptik
§  harus segera diperiksa  :  kalau didiamkan, bakteri dalam air kemih makin lama makin banyak sehingga mengaburkan hasil pemeriksaan. Apabila tidak bisa segera diperiksa, air kemih harus disimpan pada suhu 4°C paling lama 24 jam

·         Pengambilan
§  cara    
o   alamiah  :   dewasa                        :  porsi tengah
anak-anak        :  urine collector
o   penderita pasif  :  kateterisasi, pungsi suprapubik
§  penampung  :  tabung steril
§  khusus pada kasus tuberkulosis mungkin perlu pengumpulan air kemih dalam 24 jam, ditampung dalam wadah yang kering dan bersih
·         Pemeriksaan   
§  ada 2 (dua) tahap
1.      kuantitatif             
o   untuk menentukan apakah air kemih terinfeksi atau tidak, yaitu dengan jalan menghitung kadar kuman per milliliter air kemih
o   air kemih dinyatakan terinfeksi apabila kadar kuman  ³  100.000 per mililiter
2.      kualitatif  :  untuk menentukan jenis bakteri penyebab infeksi
§  hasil  :             biakan positip :  sebut nama bakteri
biakan negatif atau tidak ditemukan bakteri patogen

PEMERIKSAAN  DAHAK
·         tujuan  :  mencari bakteri patogen penyebab infeksi saluran nafas bawah
·         macam-macam bakteri  :  Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Neisseria meningitidis, Mycobacterium tuberculosis, jamur-jamur sistemik, Klebsiella, Pseudomonas, Bacteroides, Fusobacterium, Bordetella pertussis
·         pengambilan
§  c a r a
o   setelah batuk  :  merupakan cara yang umum, yaitu mengeluarkan dahak dari
trakheobronkhial
o   aspirasi trasntrakeal  :    aspirasi jarum suntik ke trakhea dari bawah dagu /
lidah
o   bronkhoskopi  :  terutama untuk tuberkulosis dan infeksi jamur
§  penampung :  steril, dan khusus untuk dahak yang dikeluarkan secara aktif
sebaiknya menggunakan wadah bermulut lebar
§  jumlah  :  1 – 3  mililiter
§  waktu  :  umumnya pagi hari, untuk kasus tuberkulosis mungkin diperlukan
pengumpulan dahak 24 jam
·         hasil  :       biakan sputum positif             :  sebut nama bakteri
biakan sputum negatif          :  tidak ditemukan bakteri patogen
Pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis memerlukan waktu lama, kira-kira  6 – 8 minggu


PEMERIKSAAN  TINJA
·         tujuan  :  mencari bakteri patogen penyebab infeksi saluran cerna
·         macam-macam bakteri  :  Escherichia coli pathogen, Salmonella, Shigella, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae, Vibrio parahaemolyticus, Yersinia enterocolitica, Mycobacterium tuberculosis, Candida
·         Pengambilan   
§  alamiah  :        ditampung dalam botol bertutup ulir
Sebaiknya dipilih tinja yang berlendir, bernanh, atau berdarah
§  usap rektal  :  diusap menggunakan lidi kapas steril, dimasukkan ke dalam
tabung atau langsung dibiakkan pada perbenihan
·         apabila tinja tidak bisa segera sampai di laboratorium  :
§  didinginkan  :  khususnya untuk mencari Salmonella
§  dimasukkan perbenihan transport  :  perbenihan Stuart, Cary – Blair,
  air pepton lindi
·         hasil  :       biakan tinja positif      :  sebut nama bakteri
biakan tinja negatif     :  tidak ditemukan bakteri pathogen

Bahan pemeriksaan lain  :  nanah (pus), usap tenggorok, cairan otak, sekret uretra, sekret vagina, lokhia, sekret mata, sekret telinga, cairan jaringan, jaringan..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar